Latest Entries »

  1. Memulai Bekerja dengan Grafik

Ketika anda memasukkan data ke dalam worksheet Microsoft Excel, anda membuat sebuah record dari kejadian penting, baik berupa penjualan individual, penjualan dalam satu jam dalam sehari, atau harga produk. Daftar nilai yang tidak bisa dilakukan dengan mudah dalam sel-sel, bagaimanapun juga adalah trend dalam data. Cara terbaik untuk mengemukakan trend dalam kumpulan data yang besar adalah melalui pembuatan diagram dan grafik, yang meringkas data secara visual.

  • Anda blok terlebih dahulu sel yang akan anda jadikan grafik

  • Dari menu bar anda pilih Insert
  • Dilanjutkan memilih Chart

  • Maka akan muncul dialog chart wizard seperti berikut ini :

  • Anda bisa pilih tipe grafik yang diinginkan, misalnya column
  • Lanjutkan dengan penekanan tombol Next dibagian bawah, maka akan muncul dialog berikutnya seperti dibawah ini:

  • Sekarang anda bisa melihat bahwa grafiknya sudah jadi, hanya saja pada sumbunya X masih berupa nomor urut ( series ), untuk itu anda harus menggantinya sesuai dengan data yang ingin anda tampilkan sebagai sumbu X nya yakni dengan menekan tab series diatas

  • Pada category (X) axis label, anda bisa blog sel yang akan dijadikan sumbu X nya, misalnya kode barang
  • Maka sekarang anda bisa lihat tampilnya bahwa sumbu X sudah berubah menjadi kode barang yang ditampilkan

  • Lanjutkan dengan penekanan Next untuk prosesnya selanjutnya akan ditampilkan
  • Anda bisa mengisikan judul grafik pada chart title
  • Juga bisa isikan judul sumbu X pada category (X) axis label
  • Dan juga bisa judul sumbu Y pada value (Y) axis sehingga tampilan akan berubah.

  • Anda lanjutkan dengan penekanan Next untuk menampilkan dialog lagi
  • Disana terdapat dialog tentang penempatan grafik yang barusan anda buat,

  • Akhiri dengan penekanan tombol finish, maka grafik hasilnya tampak seperti dibawah ini :

2. Mengatur Format Grafik

Anda bisa memodifikasi lagi, jika dirasa hasilnya kurang memuaskan, misalnya warna grafiknya, legendnya, letak judul sumbu X nya, maupun judul grafiknya serta pengubahan fontnya. Untuk mengatur format tampilan grafik, klik kanan pada grafik, kemudian dari menu shortcut yang muncul, klik format chart Area, kemudian akan muncul kotak dialog seperti dibawah:

 


3. Menemukan Trend dalam Data

Microsoft Exel juga mampu memberikan bantuan bagi anda dalam melakukan perkiraan bagi kondisi perusahaan atau pekerjaan anda dengan memperhitungkan trend yang terjadi. Untuk membuat sebuah tredline adalah sebagai berikut:


  • Klik kanan pada bagian bar pertama pada chart
  • Klik add trendlin, maka akan tampil kotak dialog berikut:

  • Klik ok jika selesai.
 

v Klik kanan pada bagian bar pertama pada chart

v Klik add trendlin, maka akan tampil kotak dialog berikut:

Di bawah ini latihan yang harus anda lakukan untuk menghindari perut anda menjadi “ BUNCIT”  (lanjutan dari Mengapa Perut Buncit)
Setelah itu, untuk menguatkan otot-otot disekitar perut, lakukanlah latihan-latihan penguatan sebagai berikut :

a)Angkat Kepala
Tidur terlentang, punggung rapat di atas matras atau lantai, sikap kepala lurus.Tekuk lutut membentuk sudut 90 derajat selebar bahu dan rilek.Masukkan jari tangan ke jari tangan yang lain, kemudian letakkan di bawah dagu dan menahannya.
Gerakan : Ambil napas, Angkat punggung dan kepala, tahan dan bernapaslah secara normal.Pastikan bahwa leher tidak kaku dan mengusahakannya untuk tetap lurus.Tahan gerakan ini selama 8-12 hitungan, untuk 2-3 set (2-3 kali sebanyak 8-12 hitungan) Dengan waktu istirahat antara tiap set 30 detik – 1 menit.

b)Tahan Kaki
Tidur terlentang, punggung rapat di atas matras atau lantai, sikap kepala lurus.Tekuk lutut membentuk  sudut 90 derajat selebar bahu dan rilekLengan lurus disamping pinggang, telapak tangan menghadap ke bawah.Angkat kaki, antara tungkai atas dan bawah membentuk 90 derajat
Gerakan : Ambil napas kemudian turunkan tungkai bawah sampai kira-kira 5 cm dari lantai, selama menahan kaki bernafaslah secara normal.Lakukan gerakan ini selama 8-12 hitungan untuk 2-3 set

c)Kombinasi 1
Tidur terlentang, punggung rapat di atas matras atau lantai, sikap kepala lurus.Kaki dan pinggul diangkat, antara tungkai atas dan bawah membentuk sudur 45 derajat.
Gerakan : Ambil napask kemudian angkat punggung dan kepala lalu bernapaslah secara normal.
Pastikan bahwa leher tidak kaku dengan posisi tetap lurus.Lakukan gerakan ini selama 8-12 hitungan untuk 2-3 set.

d)Kombinasi 2
Tidur terlentang, punggung rapat di atas matras atau lantai, sikap kepala lurus.Tungkai rapat, sikut  ditekuk ke atas, telapak tangan di samping telinga.
Gerakan : angkat tungkai kanan dan sikut kiri bersamaan secara silang, kemudian turunkan, setelah  itu kebalikannya. Buang napas ketika mengangkat tungkai dan sikut serta ambil ketika lurus atau  waktu jeda.Lakukan gerakan ini sebanyak 8-12 hitungan untuk 2-3 set.Gerakan ini cukup berat
apabila terasa sakit di pinggang jangan dilanjutkan.

e)Gerakan Punggung
Gerakan ini dilakukan sebagai gerakan penyeimbang setelah latihan kekuatan otot perut yakni dengan melakukan gerakan pinggang (kebalikannya) : Tidur telungkup, kedua tangan dibuka selebar bahu posisi push up, telapak tangan terbuka dengan jari renggang.Sikap kepala lurus, tungkai rapat (maaf contoh gambar menyamping).
Gerakan : ambil napas lalu angkat kedua lengan sampai lurus, sikap kepala lurus, kedua tungkai dan lutut menempel di lantai lalu bernapaslah secara normal.Lakukan gerakan ini sebanyak 8-12 hitungan untuk 2-3 set, tetapi apabila terasa sakit di pinggang jangan dipaksakan.

Dalam suatu program latihan olahraga prestasi yang lengkap massage/pijat/lulut haruslah merupakan salah satu bagian yang tidak dapat dipisahkan, baik dalam masa persiapan sebelum memulai suatu aktifitas latihan biasa, sebelum pertandinganataupun bagaimana mencegah serta mengurangi kelelahansetelah mengikuti suatu program latihan yang berat. Ada kalanya massage mungkin membantu seorang atlit untuk mencapai suatu prestasi, dalam hal ini massage dapat menambah penyaluran bahan-bahan makanan ke otot-otot yang vital sehingga dapat merupakan usaha tambahan yang bermanfaat.

* Massage Ketika Persiapan Pertandingan (Latihan)

Pada masa latihan atau persiapan pertandingan, massage berfungsi untuk merangsang dan membantu proses pelemasan otot karena yang diperlukan merupakan stimulasi dan bukan relaksasi.

Seluruh proses tersebut seharusnya memakan waktu tidak lebih dari 1 – 1,5 menit dan proses ini seharusnya dapat membuat atlit bisa merasa lepas dan menggeleyar pada daerah yang di massage, semua gerakan-gerakan pijat-nya haruslah dilakukan secara cepat dan menyeluruh.

* Massage Ketika Pertandingan

Tentang peranan massage yang dilakukan ketika sedang melakukan suatu pertandingan sampai saat ini masih banyak diperdebatkan, ada yang berpendapat bahwa sebaiknya massage tidak dilakukan karena hal ini akan mempengaruhi daya kerja dan kesiapan otot serta mengurangi tingkat energi. Akan tetapi ada juga yang berpendapat bahwa massage sebaiknya dilakukan, karena ada kalanya stress dan rasa gelisah yang melanda seseorang yang akan bertanding akan dapat ditolong melalui massage yakni dengan maksud untuk menenangkan dan menimbulkan kepercayaan diri.Untuk mengambil jalan tengahnya, apabila akan dan bisa dilakukan sebaiknya gerakannya tidak dilakukan terlalu dalam dan tidak lama dengan jenis jenis pijat yang bersifat penenangan.

* Massage Setelah Pertandingan atau Aktifitas Berat

Peranan Massage setelah suatu aktifitas yang berat atau p ertandingan sering dilupakan, padahal hal tersebut sangatlah tepat dilakukan dan akan sangat bermanfaat karena Massage akan membantu usaha untuk pemulihan dan penyegaran serta akan mengurangi kekakuan yang mungkin terjadi setelahnya

Jangan mudah terjebak mitos tentang latihan pelangsingan tubuh. Jika ingin memiliki tubuh bugar, lakukan olahraga dengan baik tanpa mengabaikan aturan yang ada.

Perbanyak informasi agar tak menjadi korban kesalahpahaman manfaat kebugaran. Memahami mitos seputar kebugaran menjadi penting demi meraih manfaat maksimal dan kesehatan jangka panjang.

Salah satu yang sering menjadi perdebatan adalah, bolehkah berolahraga dalam kondisi perut kosong? Ahli kebugaran Nawaz Modi Singhania, mengatakan bahwa olahraga cukup menguras energi.

Itu artinya sangat tak disarankan melakukan olahraga tanpa makan terlebih dahulu. “Melakukan olahraga saat perut kosong akan mempercepat rasa lelah, bahkan sebelum tubuh membakar lemak,” ujarnya.

Tapi, melakukan olahraga saat perut penuh juga tak dianjurkan. Yang terbaik adalah mengasup makanan sekitar satu jam sebelum memulai latihan. Pilih makanan sehat yang ringan, seperti buah-buahan atau biskuit.

Berikut beberapa mitos seputar kebugaran lainnya yang cukup populer, seperti dikutip dari laman Times of India.

Olahraga di pusat kebugaran lebih sehat
Alat kebugaran mahal bukan jaminan. Segala bentuk kegiatan yang menguras tenaga seperti bersepeda, menari, jogging, dan berenang, sama baiknya dengan olahraga di pusat kebugaran. Yang penting adalah komitmen untuk melakukannya secara rutin dan fokus pada kebutuhan.

Bisa langsing instan seperti iklan
Instruktur kebugaran yang menjanjikan penurunan berat badan dalam beberapa minggu bisa jadi benar. Namun, itu mustahil jika tak disertai dengan disiplin dari diri sendiri. Perlu kesabaran, disiplin diet atau pola makan, serta komitmen dengan jadwal olahraga rutin jika ingin mendapat tubuh ideal.

Banyak keringat makin sehat
Keringat hanya sebuah sarana melepaskan panas tubuh demi menjaga suhu tubuh dalam kondisi normal. Olahraga terlalu keras demi memperbanyak keringat justru bisa menyebabkan cedera. Yang penting adalah mengistirahatkan otot saat merasa lelah.

Mereka menyelsaikan olahraga, dan kelompok yang kedua hanya diberi air Para atlet pada umumnya diminta untuk mengisi perut mereka dengan camilan atau minuman yang berenergi, setelah mereka selesai berolahraga. Namun bagi orang yang sedang melakukan diet, agar supaya tubuhnya ramping, hal ini justru membuat lemak yang sudah terbakar didalam tubuh akan menjadi sia-sia. Hal ini juga diungkapkan juga oleh Barry S Braun, seorang Direktur Energy Metabolism Laboratory di University of Massachusetts.
Braun menjelaskan, ketika orang mengkonsumsi kembali kalori yang telah dibakar, hal ini justru akan mendatangkan suatu resiko baru, yaitu gangguan jantung. Tetapi mengapa justru para atlet melakukan hal ini?
Hal ini disebabkan karena tujuan seorang atlet sangat berbeda dengan seorang yang awam, selain membuat tubuh menjadi sehat, mereka juga mempunyai tujuan didalam unsur kompetisi didalamnya, sehingga mereka mendapatkan nasehat yang berlawanan dengan orang awam.
Braun mengadakan penelitian yang mana juga sudah dipublikasikan di Journal of Applied Physiology, Nutrition and Metabolism. Responden dalam penelitiannya, dia mengambil 10 orang laki-laki dan perempuan yang mempunyai kelebihan berat badan.
Para responden diminta untuk melakukan olahraga jalan ( treadmill) selama satu jam per hari, dengan maksud agar supaya kalori didalam tubuh sebesar 500 kalori dapat dibakar. Responden dibagi menjadi dua kelompok, kelompok pertama diberikan minuman tinggi kalori setelah putih.Olahraga yang mereka lakukan berhasil menekan insulin hingga 40 %, namun manfaat ini hilang seketika, ketika kelompok kedua yang sudah mengkonsumsi minuman berernergi tersebut. Hal ini membuat Braun dan timnya merasa penasaran, apakah hal ini disebabkan oleh minuman yang berenergi yang diberikan? Sehingga mereka melanjutkan penelitiannya lagi, dengan meminta para responden untuk mengayuh sepeda selama 75 menit dan sesaat setelah itu, kelompok pertama diminta untuk menikmati makanan yang tinggi karbohidrat, sedangkan kelompok yang kedua hanya diberikan makanan dengan kadar karbohidrat yang rendah, tetapi dengan jumlah kalori yang sama dengan kelompok pertama. Hasilnya kemampuan insulin untuk membersihkan jejak gula dalam darah ternyata lebih baik pada kelompok yang kedua. Artinya, makanan tersebut berjalan lurus dengan program pembakaran karbohidrat.
Itulah alasan yang diungkapkan oleh Braun, mengapa orang tidak boleh langsung ngemil setelah berolahraga, agar supaya usaha untuk membakar lemak dan karbohidrat bisa berjalan sukses. Kalaupun harus terpaksa makan, orang harus memilih makanan yang bukan berbentuk karbohidrat, karna justru karbohidrat inilah yang nantinya menghasilkan kembali kalori yang sudah dibakar, bahkan jumlahnya bisa dua kali lebih banyak dari yang dibuang diatas ( treadmill atau bersepeda ).



Saat berpuasa bukan berarti Anda juga puasa berolahraga. Asalkan Anda memilih jenis latihan yang benar, maka olahraga justru dapat membantu melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh selama berpuasa.

Stretching atau peregangan adalah salah satu jenis latihan yang dapat Anda lakukan. Tak hanya berguna untuk melancarkan peredaran darah, peregangan juga bermanfaat untuk meredakan emosi dan menenangkan pikiran.

Pagi Hari
Jika biasanya Anda dapat meneguk secangkir teh atau kopi hangat untuk menyulut energi di pagi hari, maka di bulan puasa, Anda dapat menggantinya dengan latihan berikut:
1. Peregangan untuk tubuh bagian atas
Sasaran: otot punggung atas, leher dan bahu.
– Duduk, tekuk lutut. Katupkan kedua telapak kaki. Punggung tegak.
– Tarik nafas sehingga tulang punggung terasa memanjang.
– Hembuskan nafas dan letakkan kedua tangan di pergelangan kaki.
– Dengan posisi kepala menghadap lantai, tarik nafas dan hembuskan kembali sebanyak 12 kali.

2. Peregangan untuk tulang punggung
Sasaran: otot punggung bawah, perut dan setiap segmen tulang punggung.
– Berbaring terlentang, tekuk lutut. Jarak kaki selebar pinggul (30 cm).
– Kedua tangan di setiap sisi tubuh (kanan dan kiri).
– Tarik nafas dalam-dalam, rentangkan tangan ke atas kepala.
– Sebelum menghembuskan nafas, angkat pinggul dan punggung sedikit demi sedikit. Rasakan kontraksi otot perut.
– Hembuskan nafas, letakkan kembali punggung dan pinggul secara perlahan-lahan.
– Ulangi 5 kali.

Siang Hari
Ketimbang lesu dan mengantuk lantaran menunggu waktu berbuka puasa yang rasanya tak kunjung tiba, lebih baik luangkan waktu sejenak melakukan peregangan ini. Anda dapat melakukan latihan ini di sela-sela waktu kerja dengan menukar pakaian kerja Anda menjadi kaus dan celana longgar, serta memilih lokasi yang memungkinkan (misalnya: mushola khusus wanita atau ruang ganti pegawai).

1. Peregangan untuk otot kaki
Sasaran: otot kaki
– Berdiri tegak, telapak tangan kiri berpegangan pada dinding atau kursi.
– Tarik nafas dalam-dalam dan hembuskan perlahan. Rasakan kontraksi otot dada dan perut, menekan tulang punggung.
– Sambil bernafas, tekuk kaki kanan dan pegang telapak dengan tangan kanan. Lakukan perlahan agar tidak terjadi cedera punggung.
– Perlahan, tarik ujung jari kaki mendekati bokong. Posisi lutut tetap seperti semula.
– Tahan posisi ini selama 30 detik dan ulangi 2 kali.
– Ganti dengan sisi sebelahnya (kaki kiri dan tangan kiri).

2. Peregangan untuk tubuh bagian atas
Sasaran: otot dada dan punggung, serta melepaskan ketegangan.
– Duduk di lantai, tekuk lutut setinggi perut. Jarak kaki selebar pinggul (30cm).
– Pegang belakang lutut.
– Tarik nafas dalam-dalam, dan rasakan tulang punggung yang memanjang.
– Embuskan nafas, rasakan kontraksi otot perut dan dada, menekan tulang punggung.
– Sambil menghembuskan nafas, dorong tubuh bagian atas ke arah belakang.
– Tarik nafas sambil kembali ke posisi semula (punggung tegak). Arahkan pandangan ke pertemuan antara dinding dan langit-langit.
– Ulangi 5 kali.

Perhatian bagi olahragawan dan olahragawati bahwa minuman olahraga yang banyak dijual memang terlihat lebih menyehatkan dibandingkan dengan minuman bersoda. Tapi penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa minuman olahraga yang mengandung asam sitrat bisa merusak gigi.

Penelitian ini dilakukan dengan merendam gigi selama 90 menit, sebagai simulasi bagi orang yang suka meminum minuman olahraga sepanjang hari. Ternyata lapisan enamel gigi sebagian sudah hilang. Hal ini karena minuman olahraga tersebut bocor hingga ke lapisan bawah enamel, sehingga menyebabkan gigi menjadi lunak dan lemah. Kondisi ini disebut dengan erosi gigi yang bisa mengakibatkan kerusakan dan mudah lepasnya gigi jika tidak segera diobati.

“Ini adalah pertama kalinya asam sitrat yang terkandung dalam minuman olahraga dikaitkan dengan erosi gigi,” ujar Dr Mark Wolff, Ketua Cariology dan Perawatan Lengkap di NYU College of Dentistry, seperti dikutip dari Health24.

Wolff menambahkan menggosok gigi sesudah mengonsumsi minuman olahraga tidak akan membantu, tapi kemungkinan bisa menyebabkan kerusakan semakin parah. Hal ini karena lapisan enamel gigi menjadi lunak setelah mengonsumsi minuman olahraga, sehingga lebih mudah mengalami abrasi oleh pasta gigi.

“Untuk mencegah erosi pada gigi, sebaiknya mengonsumsi minuman olahraga secara wajar dan tidak berlebihan. Serta tunggu minimal 30 menit sebelum menggosok gigi, agar lapisan enamel gigi sudah lebih keras,” ujarnya.

Jika Anda termasuk orang yang sering mengonsumsi minuman olahraga, mintalah dokter untuk memberikan penetral asam dan menggunakan pasta gigi yang bisa membantu menguatkan kembali enamel yang lunak tersebut.

Olahraga adalah kebutuhan bagi setiap individu yang ingin kondisi tubuhnya selalu sehat dan fit, banyak sekali olahraga yang bisa kita lakukan, baik yang jenis olahraga yang dapat kita lakukan seperti : Jalan, jogging, senam aerobik dan masih banyak lagi yang lainnya.
Tetapi tahukah anda ? bahwa apabila di dalam melakukan olahraga ini tidak dengan pemanasan atau di lakukan secara benar maka itu akan menjadikan potensial cedera bagi kita.
nah anda ingin mengetahui faktor faktor apa saja yang bisa menyebabkan cedera ?

Di bawah beberapa faktor yang bisa menyebabkan cedera :

Latihan Yang Berlebihan,

Ini bisa terjadi jikaanda memaksa diri untuk berlatih di luar batas kemampuan diri anda, berlatihlah sesuai dengan kemampuan anda, anda harus tahu batas kemampuan tubuh anda sendiri.

Metode Latihan Yang Salah,

Di mana anda terlalu cepat meningkatkan intensitas ataupun jumlah latihan,hanya karena ingin kalori cepat terbakar ataupun karena ingin cepat mendapatkan hasil dari olahraga ini.

Kelainan Struktural

Kelainanan struktural atau anatomi tubuh anda yang dapat memberikan stress tambahan, misalnya kelainan otot, tulang, sendi dll. Ini bisa karena bawaan dari lahir

Kurangnya Flexibilitas,

Ddimana otot yang dipertegang oleh latihan yang keras akan lebih rentan terhadap untuk terjadi cereda.

Ketidak Seimbangan Otot

Ini bisa terjadi jika salah satu otot lebih kuat daripada otot lain yang melakukan fungsi yang berlawanan misalnya selain melatih otot Biceps (Lengan Atas Depan) kita juga harus melatih otot Triceps (Lengan Atas Belakang), agar kekuatan otot lengan kita berimbang

Kurangnya Pemanasan

Pemanasan sebelum berolahraga sangat penting, karena ini membantu untuk kita menjadi tidak kaku/ menambah flexibilitas sehingga bisa terhindar dari cedera.

Pada usia lanjut biasanya terjadi :

  • Penurunan massa otot serta kekuatannya
  • Laju denyut jantung maksimal
  • Dan peningkatan lemak tubuh.

Bukti-bukti yang ada menunjukkan bahwa latihan dan olahraga pada lanjut usia dapat mencegah atau melambatkan kehilangan fungsional tersebut. Bahkan latihan yang teratur dapat memperbaiki morbiditas dan mortalitas yang diakibatkan oleh penyakit kardiovaskuler.

Penelitian prospektif yang cukup besar pada pria paruh baya dan lansia membuktikan bahwa aktivitas fisik yang hanya terdiri atas latihan minimal seminggu sekali menurunkan risiko keseluruhan timbulnya diabetes melitus sebanyak 40 %.

Penurunan resiko terbesar ditemukan pada pria yang kelebihan berat badan (overweight). Walaupun pria tadi tidak mengalami penurunan berat badan, laju kemungkinan untuk timbulnya diabetes menurun sekitar 60 % dibanding pria gemuk lain yang inaktif.

Penelitian prospektif lain juga membuktikan bahwa kemungkinan ketergantungan fungsional pada lanjut usia yang inaktif akan meningkat sebanyak 40 – 60 % dibanding lansia yang bugar dan aktif secara fisik.

Tentang manfaat olahraga, dapat dicatat beberapa hal penting, yakni :

  • Latihan / olahraga dengan intensitas sedang dapat memberikan keuntungan bagi para lansia melalui berbagai hal, antara lain status kardiovaskuler, risiko fraktur, abilitas fungsional dan proses mental.
  • Peningkatan aktivitas tersebut hanya akan sedikit sekali menimbulkan komplikasi.
  • Latihan dan olahraga pada usia lanjut harus disesuaikan secara individual, dan sesuai tujuan individu tersebut. Perhatian khusus harus diberikan pada jenis dan intensitas latihan, antara lain jenis aerobik, kekuatan, fleksibilitas, serta kondisi peserta saat latihan diberikan.

Latihan menahan beban (weight bearing exercise) yang intensif misalnya berjalan, adalah yang paling aman, murah dan paling mudah serta sangat bermanfaat bagi sebagian besar lansia (Whitehead, 1995; cuplikan: H. Hadi-Martono, R. Boedhi-Darmoyo, Yayasan Jantung Sehat)

Apa itu olahraga fisik untuk balita? haruskah anak balita kita melakukan olahraga? Tenang saja, olahraga fisik bagi balita tidak terlalu sulit dibayangkan, karena yang sesungguhnya balita hanya melakukan beberapa gerakan sederhana. Namun, meskipun begitu balita tetap harus diajak bergerak, karena selain berfungsi agar balita sehat, bergerak secara teratur juga untuk mengembangkan motoriknya. Balita hanya membutuhkan gerak tubuh yang sederhana, disesuaikan dengan umur (di bawah 6 tahun) dan kemampuan masing-masing karena setiap anak pastinya memiliki kemampuan yang berbeda.
Ada tiga hal yang harus diperhatikan untuk mengajarkan berbagai gerakan tubuh ini, yaitu ketersediaan waktu, beban atau tingkat kerumitan, dan alur gerakan dari yang sederhana hingga gerakan yang lebih kompleks.
Gerak dalam olahraga fisik yang bisa diajarkan diantaranya; berjalan dengan dua kaki, berjalan dengan sesekali mengangkat tangan atau kaki, berjalan dan berlari secara bersamaan, melompat ke berbagai arah, kombinasi antara berjalan berlari dan melompat, dilanjutkan bergerak dengan alat bantu, melakukan gerakan berdasarkan cerita (senam fantasi) dan gerakan berdasarkan lirik lagu (gerak dan lagu). Semua gerak tersebut bisa dilakukan bergantian antara satu dan dua orang, bahkan berkelompok.
Olahraga fisik untuk umur 2-3 tahun, baru sebatas berjalan, berlari dan melompat dengan satu kaki. Balita umur 4-5 tahun sudah bisa ditambah dengan bola, melempar dan menangkap bola, bersepeda dan berenang. Balita umur 5-6 tahun sudah dianggap bisa mengikuti olahraaga seperti beladiri dan lainnya.